This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 14 Juni 2012

Resume Bahasa Indonesia dan Teknik Penulisan Ilmiah
Pertemuan 8
Alinea/Paragraf
Satuan bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil penggabungan beberapa kalimat. Tetapi dimungkinkan juga alinea yang hanyasatu kalimat.
Berdasarkan fungsinya, struktur alinea
diklasifikasikan dalam 2 macam :
1. Kalimat topik/kalimat pokok
2. Kalimat penjelas/pendukung

Ciri-ciri Kalimat Topik:
·         Mengandung permasalahan yang potensial untuk dirinci dan diuraikan lebih lanjut;
·         Merupakan kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri;
·         Mempunyai arti yang cukup jelas tanpa harus dihubungkan dengan kalimat lain;
·         Dapat dibentuk tanpa bantuan kata sambungan

Ciri-ciri Kalimat Penjelas
·         Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri (dari segi arti);
·         Arti kalimat ini kadang-kadang baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu alinea;
·         Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung dan frasa transisi;
·         Isinya berupa rincian, keterangan, contoh serta data tambahan lain yang bersifat mendukung kalimat topik

Persyaratan Paragraf / Alinea
·         Perlu kesatuan
·         Perlu kepaduan.
·         Kesatuan -->membicarakan satu gagasan
·         Kepaduan -->seluruh kalimat saling terkait, mendukung gagasan tunggal
·         Berguna untuk memudahkan dalam memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam suatu karangan.
Kesatuan
Kondisi masyarakat yang plural, baik dari segi budaya, ras, agama, dan status sosial memungkinkan terjadinya benturan antarbudaya, antarras, etnik, agama, dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Oleh karena itu, sangat perlu memberikan porsi pendidikan multikultural dalam sistem pendidikan di Indonesia. Budaya di Indonesia macam-macam. Indonesia terdiri dari Sabang sampai Merauke. Makanan yang ada di tiap daerah juga bermacam-macam. Porsi pendidikan semacam ini dapat diimplementasikan baik pada substansi maupun model pembelajaran yang mengakui dan menghormati keanekaragaman budaya
Kepaduan
·         Kepaduan/Koherensi alinea akan terwujud jika aliran kalimat berjalan mulus, lancar serta logis.
·         Kepaduan dapat dilakukan dengan cara repetisi, kata ganti / frasa pengganti, serta kata sambung dan frasa penghubung


Jenis Alinea
·         Menurut posisi kalimat topiknya:
-       alinea deduktif
-       alinea induktif
-       alinea deduktif-induktif
-       alinea penuh kalimat topik
·         Menurut sifat isinya
-       alinea persuasif
-       alinea argumentatif
-       alinea naratif
-       alinea deskriptif
-       alinea ekspositoris

Menurut fungsinya dalam karangan
– alinea pembuka
– alinea pengembang
– alinea penutup

Alinea Deduktif
·         Kalimat utama terletak di awal paragraf
·         Menyajikan pokok permasalahan terlebih dahulu (urutan khusus ke umum)

Alinea Induktif
·         Kalimat utama terletak di akhir paragraf
·         Menyajikan pokok permasalahan terlebih dahulu (urutan umum ke khusus)

Pertemuan 9
Pengembangan Alinea

Pengembangan Alinea
►Metode Definisi
►Metode Proses
►Metode Contoh
►Metode Sebab-akibat/ akibat-sebab
►Metode Umum-khusus/ khusus-umum
►Metode Klasifikasi
►Metode Perbandingan

Metode Definisi
Apa dan siapakah pahlawan itu? Pahlawan adalah orang yang berpahala. Mereka yang berbuat baik, melaksanakan kewajiban dengan baik, berjuang tanpa pamrih adalah pahlawan. Pahlawan tidak menuntut balas jasa, tidak ingin dihargai, tidak meminta pengakuan dari orang lain. Mereka berbuat berdasarkan idealisme, citacita luhur, berjuang untuk kepentingan umum, membela nusa, bangsa dan negara. Pahlawan sejati adalah pahlawan yang tidak ingin disanjung dan dijunjung.

Metode Proses
Cara pertama untuk membuat semen melalui proses basah yaitu dimulai dengan mencampur semua bahan baku dengan air.
Setelah itu, dihancurkan. Kemudian bahan yang sudah dihancurkan tadi dibakar menggunakan bahan bakar minyak. Karena membutuhkan banyak BBM, proses ini sudah jarang dilakukan oleh produsen semen




Metode Contoh
Perkembangan teknologi informasi dapat meningkatkan kinerja dan memungkinkan berbagai kegiatan dapat dilaksanakan dengancepat, tepat dan akurat, sehingga akhirnya akanmeningkatkan produktivitas. Hal ini dapat dilihat dari munculnya berbagai jenis kegiatan yang berbasis pada teknologi, seperti e-government, ecommerce, e-education, e-medicine, dan lainnya, yang kesemuanya itu berbasiskan teknologi.

Metode Sebab-akibat/ Akibat-sebab
►Sebab-akibat
Kasus kerusuhan Batam lebih banyak dipicu oleh perlakuan diskriminatif terhadap pekerja Indonesia. Dikatakan diskriminatif karena upah yang tidak sama antara pekerja Indonesia dan tenaga asing dengan tugas yang sama. Selain itu, sering diperlambatnya pembayaran upah serta berlarut-larut menyelesaikan persoalan berkaitan dengan buruh. Akibatnya, pekerja Indonesia menjadi mudah emosi dan puncaknya adalah terjadinya kerusuhan tersebut.

►Akibat-sebab
Dia terpaksa tidak masuk sekolah hari ini. Sudah beberapa hari ibunya sakit. Ayahnya yang dinanti-nantikan kedatangannya dari Jakarta, belum tiba. Adik-adiknya yang masih kecil tidak ada yang menjaga.

Metode Umum-khusus
(1) Semua isi alam ini ciptaan Tuhan.
(2) Ciptaan Tuhan yang paling berkuasa di dunia ini adalah manusia.
(3) Manusia diizinkan oleh Tuhan memanfaatkan isi alam ini sebaik-baiknya.
(4) Akan tetapi, tidak diizinkan menyiksa, mengabaikan, dan menyia-nyiakannya.

Metode Khusus-umum
(1) Sudah beberapa kali Pancasila dirongrong bahkan hendak diubah dan dipreteli.
(2) namun setiap usaha itu gagal.
(3) Betapapun usaha itu dipersiapkan dengan cara yang teliti dan matang, semuanya dapat dihancurleburkan.
(4) Hal ini menjadi bukti yang meyakinkan kita bahwa Pancasila memang benar-benar sakti.

Metode Klasifikasi
Indonesia disebut sebagai negara dengan perekonomian paling korup di Asia, dengan skor 8,32. Indikasi tersebut berasal dari survei yang dilakukan oleh Lembaga Konsultasi Risiko Politik dan Ekonomi (PERC). Tempat kedua diduduki oleh Thailand skor 7,63. Kamboja menempati tempat ketiga dengan skor 7,25, diikuti India dengan skor 7,21 dan Vietnam, 7,11. Philipina yang disebut sebagai negara terkorup tahun 2008 berhasil menurunkan skornya menjadi 7 dan berada di tempat keenam.

Metode Perbandingan
Pantun dan syair mempunyai beberapa persamaan dan perbedaan. Keduanya tergolong puisi lama yang terdiri atas 4 baris. Pada syair, keempat barisnya merupakan isi, sedangkan pada pantunisinya terletak pada barus ke-3 dan ke-4. Pantun berasal dari Indonesia, sedangkan syair berasal dari sastra Arab


Pertemuan 10
Tema, Topik, Judul Tulisan Dan Kerangka Karangan

Tema
• Tema dapat berarti “sesuatu yang telah diuraikan”
• Berasal dari bahasa Yunani : Thitenai yang berarti “menempatkan” atau “meletakkan”.
• Pengertian tema dapat dilihat dari dua sudut:
– Sudut karangan yang telah selesai
– Sudut proses penyusunan sebuah karangan

• Dari sudut karangan yang telah selesai :
– Tema adalah amanat utama yang diampaikan oleh penulis melalui karangannya
• Dari sudut proses penyusunan karangan :
– Apa pokok pembicaraannya
– Apa tujuan/tesis yang akan dicapai?
– Tema adalah suatu perumusan dari topik yang akan dijadikan landasan pembicaraan dan tujuan yang akan dicapai melalui topik.

Tema
• Tema merupakan amanat yang akan disampaikan oleh penulis.
• Bisa berupa tema pendek dan tema panjang
• Tema pendek : berbentuk kata/frasa
Misalnya :
- Cinta
- Kesenjangan sosial
• Tema panjang : berbentuk kata/frasa
- Melalui Semangat Kepedulian Sosial Kita Gencarkan Program Qurban ke Daerah Pelosok
• Tema kegiatan??
yaitu rumusan pemikiran pelaksanaan satu kegiatan yang dijadikan pegangan pokok dalam menjabarkan suatu event.

Topik
• Topik: pokok pembicaraan/pokok permasalahan.
• Bersifat lebih khusus/konkret karena pada dasarnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari tema.
• Ciri-ciri topik:
– Bersifat umum dan belum terurai
– Harus sesuatu yang nyata/tidak boleh abstrak

Judul
• Merupakan penjabaran/perincian dari topik
• Bersifat lebih spesifik dan telah mengandung permasalahan yang lebih jelas atau lebih terarah
• Topik dapat menjadi judul karangan

Syarat-syarat judul yang baik:
– Harus relevan/bertalian dengan tema
– Harus “provokatif”/menarik
– Harus singkat

Kerangka Karangan
• Merupakan rencana teratur tentang pembagian dan penyusunan gagasan
• Berfungsi untuk mengarahkan
• Dibentuk dengan menggunakan sistem tanda atau kode tertentu
• Macam kerangka karangan:
– Kerangka topik
– Kerangka kalimat

Kerangka Topik
• Terdiri atas kata, frasa, dan klausa
• Tidak memerlukan tanda akhir titik karena tidak memerlukan kalimat lengkap

Kerangka kalimat
• Unsur-unsurnya berupa kalimat lengkap
• Bersifat resmi
• Memerlukan tanda akhir titik

Pola Penyusunan Kerangka
Karangan
• Pola Alamiah􀃆 berdimensi ruang dan waktu
– Urutan ruang􀃆 pola penguraian yg menggambarkan
keadaan suatu ruang
– Urutan waktu􀃆 berdasarkan urutan
kejadian/kronologis
• Pola Logis
– Klimaks – antiklimaks
– Sebab – akibat
– Pemecahan masalah
– Umum – khusus

Urutan Ruang
Luasan Lumpur Lapindo di Sidoarjo dan Dampaknya bagi Perekonomian Jawa Timur
I. Lumpur Lapindo
A. Daerah Terdampak
1. daerah…
2. Daerah…
Urutan waktu
Topik: Riwayat hidup Robindranath Tagore
1. Jatidiri Rabindranath Tagore
2. Pendidikan Rabindranath Tagore
3. Karir Rabindranath Tagore
4. Akhir Hidup Rabindranath Tagore

Klimaks - antiklimaks
• Topik: Kejatuhan Soeharto
I. Praktik KKN Merajalela
II. Keresahan di Tengah Masyarakat
III. Kerusuhan Sosial di mana-mana
IV. Tuntutan Reformasi Menggema
V. Kejatuhan yang Tragis
Sebab - akibat
• Pemukiman Tanah Tinggi Terbakar
1. Kebakaran di Tanah Tinggi
2. Penyebab Kebakaran
3. Kerugian yang Diderita Masyarakat dan Pemerintah
4. Rencana Rehabilitasi Fisik

Pemecahan Masalah
Topik: Bahaya Ekstasi dab Pemecahannya
1. Apakah Ekstasi
2. Bahaya Ekstasi
2.1 Pengaruh Ekstasi terhadap Syaraf Pemakainya
2.2 Pengaruh Ekstasi terhadap Masyarakat
2.2.1 Gangguan Kesehatan Masyarakat
2.2.2 Gangguan Kriminalitas
3. Upaya Mengatasi Bahaya Ekstasi
4. Simpulan dan Saran
Umum - khusus
Topik: Komunikasi Lisan
I. Komunikasi dan Bahasa
II. Komunikasi Lisan dan Perangkatnya
A. Kemampuan Kebahasaan
1. Olah Vokal
2. Volume dan Nada Suara

Sistem Penomoran
• Campuran Huruf dan Angka
I. Angka romawi besar untuk BAB
A. Huruf romawi besar untuk Sub Bab
1. Angka arab besar
a. Huruf romawi kecil
i. Angka romawi kecil
(a) huruf romawi kecil berkurung
(1) angka arab berkurung
Contoh
I. Pendahuluan
II. Tingkat Ekonomi di Indonesia
A. Sensus 2011
B. Sensus Jawa Timur
1. Pengukuran Fertilitas
2. Perbedaan Gender
a. Laki-laki
b. Perempuan

Sistem Angka Arab (digit)
1.
1.1
1.1.1
dst
Contoh:
1. Pendahuluan
2. Tingkat Ekonomi di Indonesia
2.1 Sensus 2011
2.2 Sensus Jawa Timur
2.2.1 Pengukuran Fertilitas

Pertemuan 11
Penulisan Karangan Ilmiah

Macam Karangan
► Karangan non ilmiah : karangan yang tidak terikat pada karangan baku
Misal: anekdot, dongeng, hikayat, cerpen, novel, roman, dan naskah drama
► Karangan semi ilmiah atau ilmiah populer: karakteristiknya berada di antara ilmiah dan non-ilmiah
Misal: artikel, editorial, opini, reportase
► Karangan ilmiah: memiliki aturan baku dan sejumlah persyaratan khusus yang menyangkut metode dan penggunaan bahasa.
Misal: makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi

Karangan Ilmiah
►Karangan ilmiah adalah karya tulis yang didalamnya berisi gagasan ilmiah, disusun dengan menggunakan bahasa ilmiah, berdasarkan hasil penyelidikan/fakta-fakta ilmiah, dapat dibuktikan secara empiris, dan ditulis dengan teknik penulisan ilmiah.
►Penyusunan dan penyajian karya didahului oleh studi pustaka dan studi lapangan

Manfaat Penyusunan
Karangan Ilmiah
►Penulis akan terlatih mengembangkan ketrampilan membaca yang efektif.
►Penulis akan terlatih mengembangkan hasil bacaan dari berbagai sumber bacaan.
►Penulis akan dapat meningkatkan ketrampilan dalam mengorganisasikan fakta secara jelas dan sistematis.
►Penulis akan memperoleh kepuasan intelektual
►Penulis turut memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.

Sikap Ilmiah
►Ingin tahu
►Kritis
►Terbuka
►Obyektif
►Menghargai orang lain
►Berani mempertahankan kebenaran
►Menjangkau ke depan

Ciri-ciri Karangan Ilmiah
►Menyajikan fakta obyektif
►Penulisan cermat
►Tidak mengejar keuntungan pribadi
►Sistematis
►Tidak emotif
►Selalu didukung oleh data
►Memuat kebenaran
►Tidak melebih-lebihkan sesuatu



Bahasa Tulis Ilmiah
►Merupakan gabungan dari ragam bahasa tulis dan ragam bahasa ilmiah
►Ragam bahasa tulis
_ Kosa kata yang digunakan dipilih dengan cermat
_ Pembentukan kata dilakukan dengan sempurna
_ Dibentuk dengan struktur yang lengkap
_ Paragraf dikembangkan dengan satu dan padu
Bahasa Tulis Ilmiah
►Ragam bahasa Ilmiah
_ Cendikia
_ Lugas
_ Jelas
_ Formal
_ Bertolak dari gagasan
_ Obyektif
_ Konsisten

Cendikia
►Mampu digunakan secara tepat untuk mengungkapkan hasil berpikir logis.
►Ketepatan dan keseksamaan penggunaan kata
Proses Hasil
_ Pemaparan - paparan
_ Pembahasan- bahasan
Cendikia
►Kecermatan pemilihan kata/diksi

Lugas
►Diungkapkan secara langsung
►Contoh:
_ Para pendidik yang kadang kala atau bahkan sering kena getahnya oleh ulah sebagian anak-anak mempunyai tugas yang tidak bisadikatakan ringan.
Jelas, Bertolak dari Gagasan, Formal
►Jelas: Tidak menggunakan kalimat yang bertele-tele
►Bertolak dari Gagasan: tidak melenceng
►Formal:
_ Adanya kelengkapan unsur wajib (subyek dan predikat)
_ Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

Obyektif, Konsisten
►Obyektif : Tidak emosional dan memihak
►Konsisten: penggunaan istilah dan penyebutan


PENULISAN KARYA ILMIAH
(Kutipan, Catatan Kaki, Daftar Pustaka)

TEKNIK PENULISAN KARYA
ILMIAH
A. Mengutip
B. Catatan Kaki
C. Membuat daftar rujukan
D. Membuat tabel, grafik dan gambar
A. KUTIPAN
 Pinjaman pendapat dari seseorang, baik yang berupa tulisan dalam buku, majalah, surat khabar, jurnal, bentuk tulisan lainnya, serta dalam bentuk lisan, sepertihasil pidato dan sebagainya.
A. KUTIPAN
 Fungsi:
·         Landasan teori
·         Penguat pendapat penulis
·         Penjelasan suatu uraian
·         Bahan bukti untuk menunjang uraian
TEKNIK PENULISAN KARYA
ILMIAH
A. Mengutip
Ada 2 cara mengutip yaitu:
1. Kutipan langsung
2. Kutipan tidak langsung
1. Kutipan langsung
Mengutip pendapat/buah pikiran orang lain seperti aslinya.
a. Kurang dari 40 kata
Merupakan bagian dari teks dan ditulis diantara tanda kutip (“…..”) dengan diikuti namapengarang, tahun dan halaman
Mis:
1) “… naskah …” (Nasution, 2000:12). atau
2) Nasution (2000:12) menyimpulkan “ … naskah …”.

1. Kutipan langsung
b. Lebih dari 40 kata
Ditulis terpisah dari teks yg mendahului dan dimulai pd ketukan ke 6 dr tepi kiri dg spasitunggal
Contoh:
Nasution (2000:12) menyimpulkan sebagai berikut:
Masalah harus dirumuskan dengan jelas dan ini
dapat tercapai bila
Contoh:
Argumentasi adalah suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikapdan pendapat orang lain, agar mereka itupercaya dan akhirnya bertindak sesuaidengan apa yang diinginkan oleh penulis ataupembicara (Keraf, 1983:3).

Contoh:
Menurut Gorys Keraf dalam bukunya
Argumentasi dan Narasi (1983:3), argumentasi
adalah:
Suatu bentuk retorika yang berusaha untuk mempengaruhi sikap dan pendapat oranglain, agar mereka itu percaya dan akhirnyabertindak sesuai dengan apa yangdiinginkan oleh penulis atau pembicara.

2. Kutipan tidak langsung
Mengutip pendapat/buah pikiran orang lain dengan bahasa penulis sendiri .Dalam kutipan ini telah terjadi perubahanbahasa dari aslinya dan diutarakan dengangaya bahasa penulis.Untuk menunjukkan bahwa naskah tersebutkutipan, diikuti dengan nama pengarang dantahun.
a. Nama pengarang disebut terpadu dalamteks
Contoh:
Nasution (2000:3), tidak menduga bahwamahasiswa semester kelima lebih aktif dalam berorganisasi daripada mahasiswa semesterketujuh.
b. Nama pengarang disebut dalam tandakurung
Misalnya:
Mahasiswa semester kelima ternyatalebih aktif dalam berorganisasi dari mahasiswa semester ketujuh (Nasution, 2000:3).

Pertemuan 12-13
CATATAN KAKI

Catatan Kaki
1. Fungsi
Menunjukkan sumber informasi bagi pernyataanilmiah yang terdapat dalam tulisan ilmiah.
2. Pemakaian
Mendukung keabsahan penemuan atau pernyataan
Referensi silang, yaitu petunjuk yang menyatakanpada bagian mana/halaman berapa, hal yang sama dibahas di dalam tulisanCatatan Kaki
3. Penomoran
Menggunakan angka arab (1,2, dan seterusnya) di bagian belakang yang diberi catatan kaki dan ditulis dengan teknik superscripts.
4. Penempatan
- Langsung di belakang bagian yang diberi catatan kaki.
- Yang umum adalah meletakkan di bagian bawah halaman atau pada akhir bab.
Ibid
Singkatan dari Ibidum = sama dengan diatas.
Ibid dipakai apabila kutipan diambil dari sumber yang samadengan yang langsung mendahului (tidak disela oleh sumberlain), meskipun antara kedua kutipan itu terdapat beberapa halaman.
Ibid tanpa nomor halaman dipakai bila bahan yang dikutipdiambil dari nomor halaman yang sama. jika bahan yang diambil (dikutip) dari nomor halaman yangberbeda, maka digunakan ibid dengan nomor halamannya. Ibid tidak boleh dipergunakan bilamana diantara dua sumber terdapat sumber lain, dan dalam hal ini dipakai op.cit. atau loc.ci.

Minggu, 08 April 2012

RESUME BAHASA INDONESIA

RESUME BAHASA INDONESIA PERTEMUAN I s/d VI

Pertemuan I (Pengantar Bahasa Indonesia & Teknik Penulisan Ilmiah)

Dua cara berkomunikasi :
1. Secara Verbal
    Dilakukan dengan menggunakan alat atau media bahasa :
    • Lisan
    • Tulis
2. Secara Non verbal
    Dilakukan dengan menggunakan media selain bahasa :
   • Simbol (tanda lalin)
   • Isyarat (lambaian tangan)
   • Kode (morse)
   • Bunyi-bunyian (sirine, kentongan)

Bahasa berfungsi sebagai alat :
- Berkomunikasi
- Mengekspresikan diri
- Berintegrasi & beradaptasi sosial
- Kontrol sosial

Ragam Bahasa
Ragam bahasa yaitu variasi bahasa yang terjadi karena pemakaian bahasa.

Ragam bahasa dapat dibedakan menjadi 5, yaitu :
- Ragam lisan
- Ragam tulis
- Ragam formal
- Ragam semiformal
- Ragam nonformal

Contoh :
* Ragam formal :   Saya, Anda, Saudara, Bapak, Ibu, Saudara.
* Ragam semiformal : Aku, Kamu, Bung, Mas, Dik, Mbak
* Ragam nonformal ; Gue, Ane, Lu, Neng, Situ

Laras Bahasa
Laras bahasa yaitu kesesuaian bahasa yang dipakai dengan fungsi pemakai. Dan  bahasa dengan ciri tertentu yang dipakai (difungsikan) untuk keperluan tertentu.

Macam-macam laras bahasa :
- Laras ilmiah
- Laras sastra (puisi, cerpen, novel, dll.)
- Laras jurnalistik (berita, editorial, iklan, dll.)
- Laras hukum
- Laras kedokteran
- dll.

Ciri Bahasa Indonesia dalam Penulisan Karya Ilmiah:
1. Menggunakan ragam formal
2. Menggunakan kalimat efektif, ciri-ciri :
    a. Bentuk gramatikal singkat
    b. Menghindari bentuk berlebihan
    c. Ada kesepadanan antara struktur gramatik dengan alur pikir
3. Menghindari makna ambigu (ganda)
4. Menggunakan kata atau istilah yang bermakna lugas --> menghindari makna kias
5. Menghindari penonjolan persona untuk menjaga objektivitas isi tulisan
6. Ada keselarasan atau keruntutan antar proposisi dan antar alinea

Bahasa Indonesia Yang Baik dan Benar
- Bahasa yang baik apabila maknanya dapat dipahami oleh komunikan dan ragamnya sudah sesuai dengan
situasi.
- Bahasa yang benar adalah bahasa dengan ragam formal yang mengikuti kaidah baku
- Bahasa yang baik dan benar adalah bahasa yang maknanya dapat dipahami dan sesuai dengan situasi
pemakainya serta tidak menyimpang dari kaidah yang telah dibakukan.

Pertemuan II (Tata Ejaan dan Pilihan Kata)

Ejaan :  Seperangkat aturan/kaidah pelambangan bunyi bahasa, pemisahan, penggabungan dan penulisannya dalam suatu bahasa
Mengeja : kegiatan melafalkan huruf, suku kata, atau kata.

Ruang Lingkup EYD
Pemakaian huruf
    Membicarakan masalah yang mendasar dari suatu bahasa :
- Abjad (a,b, c,… z -- A, B, C, … Z)
- Vokal (a, i, u, e, o -- A, I, U,E, O)
Diftong (gabungan dua vokal) --> ai, au, oi --> menciptakan bunyi yang berbeda dengan lafal  aslinya.
      Contoh:
      saudara, bantai (bantay), kacau (kacaw), amboi (amboy) --> diftong
      mulai, namai, semua --> bukan diftong (diucapkan ai)
    - Konsonan (b, c, d, … -- B, C, D,…)
      Diagraf (gabungan konsonan) --> kh, ng, ny, sy
      Contoh: khusus, ngilu, anyam, syair
    - Pemenggalan
      1. Pemenggalan kata dasar
      2. Pemenggalan imbuhan
      3. Pemenggalan kata gabungan
      4. Pemenggalan khusus
    - Nama diri (Penulisan nama diri harus mengikuti EYD, kecuali ada pertimbangan khusus).

Penulisan Huruf 
    - Huruf Kapital
      1. Dipakai untuk huruf pertama awal kalimat
      2. Dipakai untuk huruf pertama petikan langsung
      3. Dipakai untuk huruf pertama ungkapan yang berhubungan dengan Tuhan (Yang Mahakuasa, Quran, Weda, hamba-Mu,..)
      4. Dipakai untuk huruf pertama unsur nama gelar kehormatan, keturunan, keagamaan yang diikuti nama (Raden …, Haji …,Nabi…, dll.)
      5. Dipakai untuk huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang/pengganti nama orang/instansi/nama tempat (Presiden Yudoyono, Menteri Pertanian, Gubernur Bali).
     6. Dipakai untuk huruf pertama unsur nama orang (Budi Luhur)
     7. Dipakai untuk huruf pertama nama bangsa, suku bangsa dan bahasa (Melayu, Tionghoa,..)
         Contoh: ….suku Bugis, …bahasa Jepang keInggris-Inggrisan, menJawakan bahasa Indonesia-->X
     8. Dipakai untuk huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya dan peristiwa sejarah
     9. Dipakai untuk huruf pertama nama khas dalam geografi (Teluk Bayur, Gunung Semeru, Danau Toba,
    10. Dipakai untuk huruf pertama semua unsur nama negara, badan/lembaga pemerintahan, ketatanegaraan,serta nama dokumen resmi (Undang-Undang Dasar 1945, Departemen Agama RI, dll)
Contoh: Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia menurut undang-undang, perbuatan itu melanggar hukum
    11. Dipakai untuk huruf pertama unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan/lembaga (Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial)
   12. Dipakai untuk huruf pertama semua kata nama buku, majalah, surat kabar dan judul karangan.
   13. Dipakai untuk huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan (Bapak, Ibu, Paman, Kakak, dll.)
         Contoh: Ibu-ibu mengunjungi Ibu Febiola
   14. Dipakai untuk huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, sapaan (Jend., Sdr., M.M., dll.)
   15. Dipakai untuk huruf pertama kata ganti anda

- Huruf Miring
  1. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, surat kabar yang dikutip dalam karangan.( majalah Prisma, tabloid Nova)
  2. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menegaskan atau mengkhususkan.(dia muka menipu tapi ditipu).
  3. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk kata nama ilmiah atau ungkapan asing (nama ilmiah padi adalah oriza sativa).


Penulis Kata
1 Kata Dasar
2. Kata Turunan
3. Bentuk Ulang
4. Gabungan Kata
5. Kata Depan di, ke, dari
6. Kata Sambung si, sang
7. Singkatan dan akronim
8. Angka & Lambang Bilangan


Pertemuan III (Kalimat & S P O K)

-  Kalimat merupakan bentuk bahasa atau wacana yang digunakan sebagai sarana untuk menuangkan dan menyusun gagasan secara terbuka agar dapat dikomunikasikan kepada orang lain (Mustakim, 1994).
-  Kalimat adalah bagian ujaran yang mempunyai struktur minimal subjek dan predikat, mempunyai
intonasi dan bermakna (Finoza, 2003).

Unsur Kalimat
Unsur kalimat adalah unsur sintaksis (jabatan kata/peran kata) yang terdiri dari:
- Subjek (S)
- Predikat (P)
- Objek (O)
- Pelengkap (Pel)
- Keterangan (Ket)

Subjek
• Bagian kalimat yang menunjukkan pelaku, sosok (benda), semua hal, atau masalah yang menjadi  pangkal/pokok pembicaraan.
   • Subjek biasanya berisi Kata/frasa, klausa, frasa verbal.
   • Dapat pula dikenali dengan cara memakai kata tanya siapa (yang), apa (yang) kepada Predikat.
   • Jika jawaban tidak logis maka tidak ada Subyek
     Contoh:
     • Di sini melayani resep obat generik.
     • Bagi siswa sekolah dilarang masuk.

Predikat
• Predikat menyatakan :
  – keadaan yang dilakukan oleh S
  – Sifat, situasi, status, ciri atau jati diri S
  – Jumlah sesuatu yang dimiliki S
• Bagian kalimat menghubungkan antar S dengan O dan K
• Dapat berupa kata/frasa berkelas verba, adjektifa, numeralia (kt. Bilangan), dan nomina (benda)
  Contoh ;
               – Ibu sedang tidur siang.
               – Putrinya cantik jelita.
              
Objek
• Bagian kalimat yang melengkapi P.
• Objek pada umumnya diisi oleh nomina, frasa nominal, atau klausa.
   – Nomina = buku
   – Frasa Nomina = buku sejarah
   – Klausa = buku sejarah pertempuran bangsa Melayu
• Letak O selalu di belakang P yang berupa verba transitif, yaitu verba yang memerlukan O
        Contoh :
                  – Harmanto membuat …
                  – Sistem analisis merancang …
        Membuat, merancang --> verba transitif --> P yang memerlukan O
• JikaP diisi oleh verba INTRANSITIF maka O tidak diperlukan.
• Sehingga kehadiran O dalam kalimat dikatakan Tidak Wajib Hadir.
  Contoh:
              – Nenek mandi.
              – Ayah tidur.
              – Tamunya pulang.
       mandi, tidur, pulang --> tidak perlu O
• Obyek dapat menjadi Subyek bila dipasifkan
   – Harmanto menulis buku ini
   – Buku ini ditulis oleh Harmanto

Pelengkap
• Jika kalimat ada O maka biasanya Pel terletak setelah (di belakang) O.
• Pelengkap dapat pula diisi oleh frasa adjektiva dan frasa preposisional
   – Frasa adjektiva = benar sekali, sudah tidak layak
   – Frasa preposisional = di, ke, dari sampai, selama, sepanjang

Keterangan (Ket)
• Bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal tentang bagian kalimat yang lainnya.
• Unsur Ket dapat berfungsi untuk menerangkan S, P, O, dan Pel.
• Dimanakah posisi keterangan itu?
  Bisa di awal, tengah, dan akhir kalimat.






Pertemuan IV dan V (Kalimat Efektif)

Kalimat efektif ialah kalimat yang benar, jelas, dan mempunyai makna yang mudah dipahami oleh pembaca secara tepat.

Ciri-ciri kalimat efektif :
(1) kesepadanan/kepadanan struktur (kesatuan/koherensi),
(2) keparalelan/kesejajaran bentuk,
(3) ketegasan/penekanan kata,
(4) kehematan kata,
(5) kepaduan gagasan,
(6) kelogisan bahasa,
(7) Kevariasian

1. Kesepadanan Struktur Bahasa
• Kesepadanan ialah keseimbangan antara gagasan dan struktur bahasa yang digunakan.
• Kesepadanan kalimat dibangun melalui kesatuan gagasan yang kompak dan kepaduan pikiran yang baik.
• Kesatuan menunjuk bahwa dalam satu kalimat hendaknya hanya ada satu ide pokok.
• Satu ide pokok tidak diartikan sebagai ide tunggal, tetapi ide yang dapat dikembangkan ke dalam  beberapa ide penjelas.

   Beberapa Ciri Kesepadanan :
   • Mempunyai struktur jelas.
   • Kejelasan subjek dan predikat dapat dilakukan dengan tidak menggunakan kata depan: di, dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan sebagainya yang ditempatkan di depan subjek.
   • Tidak terdapat subjek ganda.
   • Predikat kalimat tidak didahului oleh kata yang
      contoh :  Dalam pembangunan sangat berkaitan dengan stabilitas politik.

2. Kepararelan atau Kesejajaran Bentuk
    • Keparalelan atau kesejajaran bentuk adalah terdapatnya unsur-unsur yang sama derajatnya, sama pola atau susunan kata dan frasa yang dipakai di dalam kalimat.
    • Bila bentuk pertama menggunakan nomina, bentuk kedua dan seterusnya juga harus menggunakan nomina.
    • Demikian pula bila menggunakan bentuk-bentuk lain.
   contoh :
- Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah pengecatan tembok, memasang lampu, pengujian sistem pembagian air, dan menata ruang.
- Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara wajar

3. Ketegasan atau Penekanan Kata
   • Merupakan perlakuan khusus pada kata tertentu dalam kalimat sehingga berpengaruh terhadap makna kalimat secara keseluruhan.
   • Ada beberapa cara penekanan dalam kalimat :
     1. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu pada awal kalimat
     2. Melakukan pengulangan (repetisi)
     3. Melakukan pengontrasan kata kunci
     4. Menggunakan partikel penegas

4. Kehematan Kata
    - Kehematan adalah upaya menghindari pemakaian kata yang tidak perlu.--> kata menjadi padat berisi.
    - Dapat dilakukan dengan cara :
       - Menghilangkan pengulangan subyek
       - Menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata
       - Menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat
       - Kehematan dengan tidak menjamakkan kata yang sudah jamak
    Contoh ;
      - Karena ia tak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.
      - Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa Presiden datang.
     Mestinya…
      - Karena tak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.
      - Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa Presiden datang.

5. Kesatuan Gagasan
    - Kesatuan gagasan adalah terdapatnya satu ide pokok dalam sebuah kalimat.
      Contoh:
       - Berdasarkan agenda sekretaris manajer personalia akan memberi pengarahan kepada pegawai baru.

6. Kelogisan
    - Kelogisan adalah terdapatnya arti kalimat yang logis/masuk akal dan penulisannya sesuai EYD.
      Contoh:
      - Karena lama tinggal di asrama putra, anaknya semua laki-laki
      - Kepada ibu Intha, waktu dan tempat kami persilakan.
      - Jalur ini terhambat oleh iring-iringan jenazah.

Pertemuan VI (Kevariasian)

Variasi Kalimat
- Variasi kalimat disebut juga Parafrasa.
- Penulis harus berusaha menghindarkan pembaca dari keletihan dan kebosanan.
- Dapat dilakukan dengan cara-cara:
  1. Kalimat aktif <--> Kalimat pasif
  2. Stilistika
  3. Elips atau Pelesapan
  4. Penggabungan
  5. Permutasian
  6. Sinonim
  7. Ekuatif
  8. Meletakkan kata modal
  9. Menggunakan Frasa

* Kalimat aktif <--> Kalimat pasif
   Pengubahan dengan cara:
   - Obyek kalimat aktif menjadi subyek pada kalimat pasif dan subyek pada kalimat aktif menjadi  pelengkap pada kalimat pasif. Predikat diisi oleh verba berawalan (me N-)
   - Pelengkap pada kalimat pasif menjadi subyek pada kalimat aktif, dan subyek menjadi Obyek. Predikat diisi oleh verba berawalan (di-) 
   Contoh :   Sekretaris itu mengambilkan atasannya air minum
                            S                    P                O           Pel
Atasannya diambilkan air minum oleh sekretaris itu                                             P              O                   Pel                      S

* Stilistika
   - Stilistika yaitu Predikat dan Obyek pada kalimat aktif menjadi Subyek pada kalimat pasif. 
     Contoh :    
                    Rudi membahas hasil penelitian tersebut pada seminar itu
                      S          P                            O                         K
                   Pembahasan hasil penelitian itu disajikan Rudi pada seminar itu
                                         S                            P          O            K

* Elips/Pelesapan
   - Pelesapan dilakukan pada bagian tertentu dalam suatu kalimat atau bagian itu diganti dengan bentuk yang lebih pendek tanpa mengubah makna kalimat.
     Contoh :
       - Kamu uruslah lahan itu dengan baik!
       - Uruslah lahan itu dengan baik
       - Pengamatan terhadap teroris dilakukan selama dua bulan
       - Kegiatan itu dilakukan selama dua bulan

* Penggabungan
   - Ide yang berkaitan erat dapat dinyatakan dalam kalimat majemuk. 
     Contoh:
     - Penyeleksian data dilakukan pada bulan pertama.
     - Pengolahan data dilakukan pada bulan berikutnya.
     - Penyeleksian dan pengolahan data dilakukan berturut-turut pada bulan pertama dan berikutnya.

* Permutasian
   - Permutasian yaitu mengedepankan fungsi-fungsi sintaktis tertentu tanpa mengubah makna kalimat.
   - Fungsi sintaktis adalah unsur-unsur dalam kalimat yang menempati fungsi SPOPelK.
     Contoh kalimat tunggal pasif dengan empat faktorial :
     - Penelitian tentang ikan dilaksanakan di daerah Pandeglang selama tiga bulan
                      S                         P                        K1                         K2
     - Susunan dasar kalimat ini adalah SPK1K2
     - Permutasiannya SPK1K2 menjadi :
        - S P K2 K1
           - Penelitian tentang ikan dilaksanakan selama tiga bulan di daerah Pandeglang
        - S K1 P K2
          - Penelitian tentang ikan di daerah Pandeglang dilaksanakan selama tiga bulan
       - S K2 P K1
          - Penelitian tentang ikan selama tiga bulan dilaksanakan di daerah Pandeglang

* Sinonim
   - Sinonim yaitu mengganti kata atau istilah tertentu dengan kata atau istilah lain yang mempunyai makna sama. 
     Contoh: - Hasil penelitian itu belum dapat dirasakan faedahnya oleh masyarakat.
                  - Hasil penelitian itu belum dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

* Ekuatif
   - Variasi Ekuatif dilakukan dengan cara mengubah status Predikat dan Obyek menjadi Subyek dengan menambah kata adalah. 
      Contoh :
      - Kondisi perekonomian sekarang menyebabkan banyak karyawan yang di-PHK.
      - Penyebab banyaknya karyawan yang di-PHK adalah kondisi perekonomian sekarang

* Meletakkan kata modal
   - Kata modal untuk menyatakan kepastian: pasti, pernah, tentu, dst
     Contoh:
     - Pernah ia mengatakan pada saya tentang hal itu.
     - Pasti Adi mau menolong Ibu tua itu.
   - Kata modal untuk menyatakan keragu-raguan: barangkali, kira-kira, tampaknya, rasanya, mungkin,dst 
      Contoh:
      - Sebenarnya Adi bukan anak yang bodoh.
      - Tampaknya hujan akan segera turun.

* Menggunakan Frasa
   - Menurut para ahli bedah, sulit untuk menentukan diagnosa jika keluhan hanya berupa sakit perut.
   - Anak-anak yang kurang mendapat perhatian cenderung melakukan perbuatan yang tidak diinginkan.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More